YANG TAK TERDEFINISI
Berbicara soal hubungan romatis antara laki-laki dan
perempuan,
tentu aku sama sekali bukan ahlinya
meski kadang nimbrung mencuatkan pandangan jua tatkala ada
diskusi soal ini
tapi diam-diam diri ini mempertanyakan juga akurasi pandangan
amatiran yang sempat terungkap
Ahh, anggap saja saya tahu cukup banyak saat ini
Meski hanya berbekal pengalaman berkomunikasi dan menjalin
hubungan dekat tanpa ikatan
dengan beberapa macam lawan jenis
kalau ditanya definisi,
tentu tak akan terjawab dengan rangkaian kata-kata
Lagi pula, siapa yang bisa mendefinisikan perasaan yang bisa
menghidupkan orang lapar sekaligus membunuh orang kenyang di detik berikutnya?
Ahh, apakah kau mengira aku baru saja memberikanmu definisi?
Bukan, bukan
Itu sama sekali bukan definisi
Tapi berbicara soal cinta,
Seorang tokoh pernah mengatakan,
“cinta adalah ketika kau bisa merasa bahagia dengan ataupun
tanpa orang yang kau cintai. Karena cinta itu kebebasan.”
Lalu pendapat ini diadu dengan kenyataan bahwa seharusnya
cinta atau orang yang dicinta adalah spesial, istimewa
Jika memang tidak, lantas apa
bedanya dengan yang lain?
Lalu muncul lagi pandangan,
“tentu berbeda, karena cinta itu memberi. Memberi dengan
cuma-cuma tanpa ada maksud selain memberi itu sendiri.”
Ahh, memberi seperti apa yang dimaksud?
Memberi diri? Pada pekerjaanpun aku memberi diri. Lalu apakah lantas aku harus
menjalin ikatan yang dinamai cinta itu dan menjalin hubungan dengan
pekerjaanku?
Tentu itu pilihan, apakah akan menjalin hubungan dengan
siapa atau apa
Ada juga yang pernah mengatakan,
cinta berbeda dengan obsesi,
Jika kau merasa rindu padanya setiap saat dan isi kepalamu
hanya dia,
mungkin itu obsesi
Mungkin.
Ahh, lalu dimana sensasinya?
Jadi yang kau cari dari cinta ini sensasi?
Bukan juga,
tapi tentu setiap rasa yang nikmat menghasilkan sensasi
Benar, apa kau pikir mencinta tanpa obsesi dan penuh
kebebasan tak melahirkan sensasi
Terlampau
stabil, membosankan
Ahh, jangan-jangan yang kau cari bukan cinta? Tapi
kesenangan?
Oh
bukankah cinta adalah kesenangan?
Nah, sekarang kau tahu itulah mengapa banyak hal tak bisa
terdefinisi apalagi disinonimkan

Komentar
Posting Komentar